personalityyuniar

Paradigma Psikologi Kepribadian(Trait)

Posted on: December 23, 2010


Sebelum kita mengetahui lebih dalm lagi tentang trait sebaiknya kita tahu terlebih dahulu apa yang di maksud dengan trait. Trait adalah kata lain dari paradigma psikologi kepribadian. Setiap orang tentu memiliki kepribadian yang berbeda-beda, ada yang positif dan ada pula yang negatif. Dan kita pun harus mengetahui apa yang di maksud dengan kepribadian.

Pengertian Kepribadian: Kepribadian (personality) bukan sebagai bakat kodrati, melainkan terbentuk oleh proses sosialisasi Kepribadian merupakan kecenderungan psikologis seseorang untuk melakukan tingkah laku social tertentu, baik berupa perasaan, berpikir, bersikap, dan berkehendak maupun perbuatan.

Definisi kepribadian menurut beberapa ahli antara lain sebagai berikut :

a. Yinger : Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan system kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi.

b. M.A.W Bouwer:  Kepribadian adalah corak tingkah laku social yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang.

c. Cuber:  Kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang.

d. Theodore R. Newcombe:  Kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku.

e.  Allport adalah: sebuah organisasi dinamis di dalam sistem psikis dan fisik individu yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya.

f. Pervin dan John: kepribadian mewakili karakteristik individu yang terdiri dari pola-pola pikiran, perasaan dan perilaku yang konsisten.

Dalam teori-teori kepribadian, kepribadian terdiri dari antara lain trait dan tipe. Trait sendiri dijelaskan sebagai konstruk teoritis yang menggambarkan unit/dimensi dasar dari kepribadian. Trait menggambarkan konsistensi respon individu dalam situasi yang berbeda-beda. Sedangkan tipe adalah pengelompokan bermacam-macam trait. Dibandingkan dengan konsep trait, tipe memiliki tingkat regularity dan generality yang lebih besar daripada trait.

Trait merupakan disposisi untuk berperilaku dalam cara tertentu, seperti yang tercermin dalam perilaku seseorang pada berbagai situasi. Teori trait merupakan teori kepribadian yang didasari oleh beberapa asumsi, yaitu: Trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan, atau tindakan yang membedakan seseorang dari yang lain, sehingga:

· Trait relatif stabil dari waktu ke waktu

· Trait konsisten dari situasi ke situasi

· Trait merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena: ada proses adaptif adanya perbedaan kekuatan, dan kombinasi dari trait yang ada.

 

Tingkat trait kepribadian dasar berubah dari masa remaja akhir hingga masa dewasa. McCrae dan Costa yakin bahwa selama periode dari usia 18 sampai 30 tahun, orang sedang berada dalam proses mengadopsi konfigurasi trait yang stabil, konfigurasi yang tetap stabil setelah usia 30 tahun (Feist, 2006). Teori trait dimunculkan pertama kalinya oleh Gordon W. Allport. Selain Allport, terdapat dua orang ahli lain yang mengembangkan teori ini. Mereka adalah Raymond B. Cattell dan Hans J. Eysenck. Allport mengenalkan istilah central trait, yaitu kumpulan kata-kata yang biasanya digunakan oleh orang untuk mendeskripsikan individu. Central trait dipercaya sebagai jendela menuju kepribadian seseorang. Menurut Allport, unit dasar dari kepribadian adalah trait yang keberadaannya bersumber pada sistem saraf. Allport percaya bahwa trait menyatukan dan mengintegrasikan perilaku seseorang dengan mengakibatkan seseorang melakukan pendekatan yang serupa (baik tujuan ataupun rencananya) terhadap situasi-situasi yang berbeda. Walaupun demikian, dua orang yang memiliki trait yang sama tidak selalu menampilkan tindakan yang sama. Mereka dapat mengekspresikan trait mereka dengan cara yang berbeda. Perbedaan inilah yang membuat masing-masing individu menjadi pribadi yang unik.

Oleh sebab itu Allport percaya bahwa individu hanya dapat dipahami secara parsial jika menggunakan tes-tes yang menggunakan norma kelompok.                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Sama seperti Allport, Cattell juga percaya bahwa kata-kata yang digunakan seseorang untuk menggambarkan dirinya dan orang lain adalah petunjuk penting kepada struktur kepribadian. Perbedaan mendasar antara Allport dan Cattell adalah bahwa Cattell percaya kepribadian dapat digeneralisir. Yang harus dilakukan adalah dengan mencari trait dasar atau utama dari ribuan trait yang ada.

Menurut Allport, faktor genetik dan lingkungan sama-sama berpengaruh dalam menentukan perilaku manusia. Bukan hanya faktor keturunan sendiri atau faktor lingkungan sendiri yang menentukan bagaimana kepribadian terbentuk, melainkan melalui pengaruh resiprokal faktor keturunan dan lingkungan yang memunculkan karakteristik kepribadian. Sehubungan dengan adanya peran genetik dalam pembentukan kepribadian, terdapat 4 pemahaman penting yang perlu diperhatikan:

1. Meskipun faktor genetik mempunyai peran penting terhadap perkembangan kepribadian, faktor non-genetik tetap mempunyai peranan bagi variasi kepribadian.

2. Meskipun faktor genetik merupakan hal yang penting dalam mempengaruhi lingkungan, faktor non-genetik adalah faktor yang paling bertanggungjawab akan perbedaan lingkungan pada orang-orang

3. Pengalaman-pengalaman dalam keluarga adalah hal yang penting meskipun lingkungan keluarga berbeda bagi setiap anak sehubungan dengan jenis kelamin anak, urutan kelahiran, atau kejadian unik dalam kehidupan keluarga pada tiap anak.

4. Meski terdapat kontribusi genetik yang kuat terhadap trait kepribadian, tidak berarti bahwa trait itu tetap atau tidak dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

Trait dipandang sebagai dimensi yang kontinu. Trait tidak hanya mengkategorikan fisik tubuh menjadi tiga tipe yang murni namun menilai mereka pada tiga dimensi.>Teori trait tentang kepribadian menganggap bahwa manusia memiliki perbedaan serentak dalam jumlah dimensi atau skala kepribadiannya. Kita mungkin menilai seseorang berdasarkan skala inteligensia, stabilitas emosional, agresivitas, dsb. Kita menggunakan trait versi awam jika kita secara informal menggambarkan diri kita dan orang lain dengan kata sifat  seperti:

Agresif

Berhati-hati

Mudah marah

Cerdas

 

Ahli psikologi trait mencoba melangkah lebih jauh dari konsep kepribadian trai kita sehari-hari. Mereka mencoba:

· sampai pada sejumlah descriptor trait yang kecil dan mudah diatur yang dapat mencakup berbagai macam kepribadian manusia.

· Untuk membuat cara menilai trait kepribadian yang dapat diandalkan dan abash

Untuk menemukan hubungan didalam trait-trait dan antara trait dengan perilaku spesifik.

 

ini berfungsi untuk mengintegrasikan kebiasan, sikap, dan keterampilan kepada pola-pola berpikir, merasa, dan bertindak. Sementara konsep diri berfungsi untuk mengintegrasikan kapasitas-kapasitas psiklogis dan prakarsa-parakarsa kegiatan.  Dapat diartikan sebagai aspek atau dimensi kepribadian yang terkait dengan karakteristik respon atau reaksi seseorang yang relatif konsisten (ajeg) dalam rangka menyesuaikan dirinya secara khas. Diartikan juga sebagai kecenderungan yang dipelajari untuk mereaksi rangsangan dari lingkungan.

Deskripsi dan definisi  diatas menggambarkan bahwa traits merupakan kecenderungan-kecenderungan yang dipelajari untuk:

a) mengevaluasi situasi, dan

b) mereaksi situasi dengan cara-cara tertentu.

 

Setiap traits mempunyai tiga karakteristik:

(a) uniqueness,

(b) kekahasan dalam berperilaku, yaitu bahwa trait itu ada yang disenangi  dan ada yang tidak disenangi  sebab traits itu berkontribusi kepada keharmonisan atau ketidak harmonisan, kepuasan atau ketidak puasan orang yang mempunyai tersebut. Traits  yang disenangi seperti; jujur, murah hati, dan bertanggungjawab, sementara yang tidak disenangi seperti: egois, tidak sopan, dan kejam/bengis. Sikap seseorang terhadap traits ini merupakan hasil belajar dari lingkungan sosialnya.

(c) (c) consistency, artinya bahwa seseorang itu dapat diharapkan berperilaku atau bertindak secara ajeg.

 

Sama halnya dengan self-concept, traits pun dalam perkembangnnya dipengaruhi oleh faktor hereditas dan belajar. Faktor yang paling mempengaruhi adalah:

a) pola asuh orang tua, dan

(b) imitasi anak terhadap orang yang menjadi idolanya.

Beberapa trait dipelajari secara trial and error, artinya belajar anak lebih bersifat kebetulan, seperti perilaku agresif dalam mereaksi frustasi. Contohnya : anak menangis sambil memecahkan vas bunga, gara-gara tidak dibelikan mainan yang diinginkannya. Apabila dengan perbuatan agresifnya itu, orang tua akhirnya membelikan mainan yang diinginkan anak, maka anak cenderung akan mengulangi perbuatan tersebut.

Anak juga belajar memahami bahwa traits atau sifat-sifat dasar tertentu sangat dihargai (dijunjung tinggi) oleh semua kelompok budaya secara universal, seperti: kejujuran, respek terhadap hak-hak orang lain, dan sikap apresiatif. Trait dipandang sebagai dimensi yang kontinu. Trait tidak hanya mengkategorikan fisik tubuh menjadi tiga tipe yang murni namun menilai mereka pada tiga dimensi.Teori trait tentang kepribadian menganggap bahwa manusia memiliki perbedaan serentak dalam jumlah dimensi atau skala kepribadiannya. Kita mungkin menilai seseorang berdasarkan skala inteligensia, stabilitas emosional, agresivitas, dsb.  Mereka mencoba : Sampai pada sejumlah descriptor trait yang kecil dan mudah diatur yang dapat mencakup berbagai macam kepribadian manusia. Untuk membuat cara menilai trait kepribadian yang dapat diandalkan dan abash. Untuk menemukan hubungan didalam trait-trait dan antara trait dengan perilaku spesifik.

Trait dipandang sebagai dimensi yang kontinu. Trait tidak hanya mengkategorikan fisik tubuh menjadi tiga tipe yang murni namun menilai mereka pada tiga dimensi.

Teori trait tentang kepribadian menganggap bahwa manusia memiliki perbedaan serentak dalam jumlah dimensi atau skala kepribadiannya. Kita mungkin menilai seseorang berdasarkan skala inteligensia, stabilitas emosional, agresivitas, dsb. Kita menggunakan trait versi awam jika kita secara informal menggambarkan diri kita dan orang lain dengan kata sifat  seperti

Agresif

Berhati-hati Mudah marah Cerdas

cemas

 

Ahli psikologi trait mencoba melangkah lebih jauh dari konsep kepribadian trai kita sehari-hari. Mereka mencoba :

  1. Sampai pada sejumlah descriptor trait yang kecil dan mudah diatur yang dapat mencakup berbagai macam kepribadian manusia
  2. Untuk membuat cara menilai trait kepribadian yang dapat diandalkan dan abash
  3. Untuk menemukan hubungan didalam trait-trait dan antara trait dengan perilaku spesifik.

4 Responses to "Paradigma Psikologi Kepribadian(Trait)"

cie… yng puxa blog baru ke dua… hahah

haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Hayooo donk di cment lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Say Hello…. ^_^

Dekan Keperawatan UNPAD “Mamat Lukman”

Koordinator Mata Kuliah PD… “Pak Iyus Yosef”

It’s me… ”Yuniar”

Universitas Padjadjaran ” My University”

Keperawatan Universitas Padjadjaran

Blog Stats

  • 2,704 hits

Time…. :)

Calendar…

Say Thank’s….. :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: